Senin, 05 November 2012

Real Nightmare?


This is a Real Story. It happened to myself on 4nd Nov. And I never forget this story, because...yaa it can't be forgotten lah..

 

Aku sedang terlelap. Tapi aku dapat mendengar suara pintu kamarku dibuka. Kurasa itu ayahku. Ya. Dia mengecek suhu tubuhku. Sepertinya tubuhku sudah membaik. Karena tidak ada respon apa-apa lagi darinya. Setelah ayahku pergi, aku dapat membuka mataku perlahan. Meski agak sulit, tapi tetap kupaksa karena aku hanya ingin mengecek jam. Oh..ternyata baru jam 23.00. Aku pun melanjutkan tidurku, dengan baju double+jacket+double bed cover yang melapisi tubuhku sekarang ini.

            Ayahku membangunkanku ketika aku sedang bermimpi indah -_- Lalu, ia menyodorkan sebotol Pocari Sweat yang berisi 900mL. Ia menyuruhku untuk meminum setengah dari isi botol tersebut. (HAH? Ga kuat T.T) Tapi aku menolaknya, karena aku tidak mampu dan lidahku sedang terasa pahit. Akhirnya aku hanya meminumnya sedikit, mungkin hanya 3 teguk. Setelah itu, ia hanya menyuruhku untuk selalu meminumnya. Dan aku pun hanya mengangguk. Saat ini sekitar jam 11 malam. Aku melanjutkan tidurku dan berharap mimpi tadi masih bisa dilanjutkan.

...

Ketika tidur, tiba-tiba aku merasa pusing. Kepalaku benar-benar sakit rasanya. Aku melihat ke arah jam, sudah menunjukkan pukul 01.00. Tiba-tiba, terlihat  seseorang keluar dari kamarku dan tidak menutup pintu kembali. Aku pikir itu ayahku, tapi aku mendengar suara dengkuran ayahku kali ini. Itu tandanya, ia sudah tidur daritadi. Karena aku benar-benar pusing, aku luruskan pandanganku. Tatapanku pun mengarah ke jendela kamarku. MASYA ALLAH. Aku kaget setengah mati. Tirai jendela sudah terbuka di sebelah kanan. Dan terlihat jendela disebelah kanan juga sudah terbuka. Padahal aku sangat yakin kalau tadi sore, aku sudah menutupnya dengan rapat. Bahkan, jendela itu sangat mustahil untuk terbuka sendiri karena kaitan jendelanya sangat rapat. 

Aku benar-benar pusing saat ini. Aku berusaha memejamkan mataku. Berusaha untuk tidur kembali. Aku tidak mau menyaksikan apa yang terjadi saat ini. Tapi aku tidak bisa tidur. Lalu kupaksa untuk bangun. Akhirnya aku bisa bangun, dan duduk dulu untuk menyeimbangkan tubuhku. Aku menunduk, sambil memegangi kepalaku. Aku memijatnya perlahan. Dan itu cukup membuatku sedikit rilex. Saat aku merasa sudah tenang, aku mencoba membuka mataku dengan perlahan. Berharap kejadian tadi hanyalah ilusi saja.

Tapi...

Ruangan kamarku berubah jadi gelap. Entah siapa yang mematikan lampu kamarku. Pintu kamarku juga masih terbuka. Bahkan jendela pun masih terbuka. Aku melihat kebelakangku dan... ASTAGFIRULLAH. Ada ragaku sedang berbaring di kasur. Ragaku terlihat gelisah dan berkeringat dengan bed cover yang menutupinya. Aku lemas dan menangis melihat ragaku sendiri. Jika dia memang diriku, lalu aku ini siapa?

...

Aku terbangun oleh suara alarm dari handphone ayahku. Sudah jam 4.30, tapi aku masih mengantuk dan merasa lelah sekali. Seperti sudah dikuras tenaganya selama semalam. Aku juga mendapati tubuhku yang penuh dengan keringat. Aku mengelap keringatku menggunakan kain kecil yang ada di sebelah tempat tidurku. Setelah selesai, aku meminum Pocari Sweat yang telah diberikan ayahku semalam. Sambil menelan minuman itu, aku melihat ke arah sekelilingku. Tidak ada yang janggal. Hanya pintu kamar saja yang tidak tertutup. Setelah puas dengan minuman itu, aku tidur lagi untuk memulihkan tenagaku.

Lagi. Aku terbangun kembali. Karena suara gemericik air dari kamar mandi yang letaknya disebelah kamarku. Sangat berisik sampai-sampai mampu membuat mataku terbuka lebar dalam sekali kedipan. Ini sudah jam 6 pagi. Dan aku tahu itu pasti ayahku sedang wudhu. Beberapa menit ketika aku terdiam, aku sadar kalau juga belum Solat Shubuh. Aku beranjak dari tempat tidurku dengan sedikit sempoyongan karena kepalaku masih terasa sakit. Aku mengambil air wudhu. Dan melaksanakan Solat Shubuh sendirian di kamar.

Aku membereskan peralatan Solat sesudahnya. Kemudian mematikan lampu dan AC yang sedari tadi sore sudah menyala dengan suhu 27 derajat celcius. Meskipun dengan suhu yang lumayan tinggi tersebut, aku masih merasa kedinginan semalam. Ya. Karena aku sedang sakit. Aku membuka tirai jendelaku. Dan tak kulihat matahari bersinar. Sepertinya ia sedang bersembunyi di balik awan. Saat aku mau membuka kaitan jendelaku yang sebelah kanan, aku mendapatinya sudah terbuka. Dan tiba-tiba jendela itu bergoyang sendiri. Aku sadar, kecepatan angin saat ini sedang lumayan kencang. Terbukti dari tumbuhan yang bergoyang di depan kamarku. Tapi rasanya mustahil jika jendela kamarku yang agak berat itu bergoyang oleh angin sekarang ini.

Melihat jendela ini, aku jadi teringat kejadian tadi malam. Aku masih bingung. Tadi malam itu mimpi atau nyata? Terasa seperti mimpi, tapi melihat jendela ini jadi terasa sangat nyata. Di rumah tidak ada orang lain  tadi malam. Hanya ada aku dan ayahku yang ada di rumah. Bunda sedang pergi ke solo, karena ada urusan yang sangat penting. Kepalaku terasa sakit kembali saat ini. Seperti ada yang menacapkan paku di bagian belakangnya. Aku putuskan untuk merebahkan tubuhku di tempat tidur lagi. Ya Allah.. Semoga besok aku sudah sehat kembali. Sangat tidak lucu jika aku tidur selama 72 jam sejak hari sabtu.