This is a Real Story. It happened to myself on 4nd Nov. And I never forget this story, because...yaa it can't be forgotten lah..
Aku sedang terlelap.
Tapi aku dapat mendengar suara pintu kamarku dibuka. Kurasa itu ayahku. Ya. Dia
mengecek suhu tubuhku. Sepertinya tubuhku sudah membaik. Karena tidak ada
respon apa-apa lagi darinya. Setelah ayahku pergi, aku dapat membuka mataku
perlahan. Meski agak sulit, tapi tetap kupaksa karena aku hanya ingin mengecek
jam. Oh..ternyata baru jam 23.00. Aku pun melanjutkan tidurku, dengan baju
double+jacket+double bed cover yang melapisi tubuhku sekarang ini.
...
Ketika tidur,
tiba-tiba aku merasa pusing. Kepalaku benar-benar sakit rasanya. Aku melihat ke
arah jam, sudah menunjukkan pukul 01.00. Tiba-tiba, terlihat seseorang keluar dari kamarku dan tidak
menutup pintu kembali. Aku pikir itu ayahku, tapi aku mendengar suara dengkuran
ayahku kali ini. Itu tandanya, ia sudah tidur daritadi. Karena aku benar-benar
pusing, aku luruskan pandanganku. Tatapanku pun mengarah ke jendela kamarku.
MASYA ALLAH. Aku kaget setengah mati. Tirai jendela sudah terbuka di sebelah
kanan. Dan terlihat jendela disebelah kanan juga sudah terbuka. Padahal aku
sangat yakin kalau tadi sore, aku sudah menutupnya dengan rapat. Bahkan,
jendela itu sangat mustahil untuk terbuka sendiri karena kaitan jendelanya
sangat rapat.
Aku benar-benar
pusing saat ini. Aku berusaha memejamkan mataku. Berusaha untuk tidur kembali.
Aku tidak mau menyaksikan apa yang terjadi saat ini. Tapi aku tidak bisa tidur.
Lalu kupaksa untuk bangun. Akhirnya aku bisa bangun, dan duduk dulu untuk
menyeimbangkan tubuhku. Aku menunduk, sambil memegangi kepalaku. Aku memijatnya
perlahan. Dan itu cukup membuatku sedikit rilex. Saat aku merasa sudah tenang,
aku mencoba membuka mataku dengan perlahan. Berharap kejadian tadi hanyalah
ilusi saja.
Tapi...
Ruangan kamarku
berubah jadi gelap. Entah siapa yang mematikan lampu kamarku. Pintu kamarku
juga masih terbuka. Bahkan jendela pun masih terbuka. Aku melihat kebelakangku
dan... ASTAGFIRULLAH. Ada ragaku sedang berbaring di kasur. Ragaku terlihat
gelisah dan berkeringat dengan bed cover yang menutupinya. Aku lemas dan
menangis melihat ragaku sendiri. Jika dia memang diriku, lalu aku ini siapa?
...
Aku terbangun oleh
suara alarm dari handphone ayahku. Sudah jam 4.30, tapi aku masih
mengantuk dan merasa lelah sekali. Seperti sudah dikuras tenaganya selama
semalam. Aku juga mendapati tubuhku yang penuh dengan keringat. Aku mengelap
keringatku menggunakan kain kecil yang ada di sebelah tempat tidurku. Setelah
selesai, aku meminum Pocari Sweat yang telah diberikan ayahku semalam. Sambil
menelan minuman itu, aku melihat ke arah sekelilingku. Tidak ada yang janggal.
Hanya pintu kamar saja yang tidak tertutup. Setelah puas dengan minuman itu, aku
tidur lagi untuk memulihkan tenagaku.
Lagi. Aku terbangun
kembali. Karena suara gemericik air dari kamar mandi yang letaknya disebelah
kamarku. Sangat berisik sampai-sampai mampu membuat mataku terbuka lebar dalam
sekali kedipan. Ini sudah jam 6 pagi. Dan aku tahu itu pasti ayahku sedang wudhu.
Beberapa menit ketika aku terdiam, aku sadar kalau juga belum Solat
Shubuh. Aku beranjak dari tempat tidurku dengan sedikit sempoyongan karena
kepalaku masih terasa sakit. Aku mengambil air wudhu. Dan melaksanakan Solat
Shubuh sendirian di kamar.
Aku membereskan
peralatan Solat sesudahnya. Kemudian mematikan lampu dan AC yang sedari
tadi sore sudah menyala dengan suhu 27 derajat celcius. Meskipun dengan suhu
yang lumayan tinggi tersebut, aku masih merasa kedinginan semalam. Ya. Karena
aku sedang sakit. Aku membuka tirai jendelaku. Dan tak kulihat matahari
bersinar. Sepertinya ia sedang bersembunyi di balik awan. Saat aku mau membuka
kaitan jendelaku yang sebelah kanan, aku mendapatinya sudah terbuka. Dan
tiba-tiba jendela itu bergoyang sendiri. Aku sadar, kecepatan angin saat ini
sedang lumayan kencang. Terbukti dari tumbuhan yang bergoyang di depan kamarku.
Tapi rasanya mustahil jika jendela kamarku yang agak berat itu bergoyang oleh
angin sekarang ini.
Melihat jendela ini,
aku jadi teringat kejadian tadi malam. Aku masih bingung. Tadi malam itu mimpi
atau nyata? Terasa seperti mimpi, tapi melihat jendela ini jadi terasa sangat
nyata. Di rumah tidak ada orang lain
tadi malam. Hanya ada aku dan ayahku yang ada di rumah. Bunda sedang
pergi ke solo, karena ada urusan yang sangat penting. Kepalaku terasa sakit
kembali saat ini. Seperti ada yang menacapkan paku di bagian belakangnya. Aku
putuskan untuk merebahkan tubuhku di tempat tidur lagi. Ya Allah.. Semoga besok
aku sudah sehat kembali. Sangat tidak lucu jika aku tidur selama 72 jam sejak
hari sabtu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar